Senin, 17 April 2017
Senin, 13 Maret 2017
Seva 12 Maret 2017
Dilaksanakan di Pulau Galang Barelang. Warga sedikit yang datang karena sebagian besar warganya pergi ke gereja. Pak RT dan Pak RW tidak datang. Malah Pak Lurah Galang ikut hadir. Sisa bingkisan dibawa kembali atas persetujuan pak Lurah juga karena menghindari rebutan sisa beras.
Senin, 20 Februari 2017
Seva 19 Pebruari 2017
Untuk kedua kalinya dilaksanakan di Lokasi di Ruli Kampung Harapan, RT003/ RW003, Kel. Tanjung Uncang, Batu Aji tepatnya di sebelah perumahan TPI depan kawasan Tunas Regency.
Minggu, 15 Januari 2017
Seva 15 Januari 2017
Lokasi di Ruli Kampung Harapan, RT003/ RW003,
Kel. Tanjung Uncang, Batu Aji tepatnya di sebelah perumahan TPI depan kawasan Tunas Regency. Dilaksanakan pada Minggu 15 Januari 2017.
Sepertinya pemukiman penduduk ini sudah mulai terjepit oleh perumahan dan industri. meskipun sudah tersedia listrik PLN dan air PAM. Paket yang dibagikan sejumlah 300 paket normal. meminjam tempat di mushola kampung Harapan.
Satu orang dari polsek Tanjung uncang turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Sepertinya pemukiman penduduk ini sudah mulai terjepit oleh perumahan dan industri. meskipun sudah tersedia listrik PLN dan air PAM. Paket yang dibagikan sejumlah 300 paket normal. meminjam tempat di mushola kampung Harapan.
Satu orang dari polsek Tanjung uncang turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Rabu, 23 November 2016
Bhajan dan Seva Memperingati Kelahiran Baba, 20 Nop.'2016
Minggu 20 Nop.2016 bertempat di aula Pasraman Jnana Sila Bhakti Batam di Kawasan Pura Agung Amerta Bhuana dilaksanakan Bhajan Perayaan Hari Kelahiran Bhagavan. Acara dimulai pukul 9.30 pagi diawali dengan bhajan 9 Lagu kemudian Pemotongan kue ulang tahun bersama beberapa anak Pasraman yang kebetulan hadir. Rencananya mengundang anak-anak PAUD untuk pemotongan kue ulang tahun, tapi anak-anak keburu diajak pulang oleh orang tuanya.
Hujan turun dengan derasnya disertai suara petir menggelegar dan listrik pun padam sehingga tidak bisa menggunakan sound system. Tarian Bali yang dibawakan oleh 4 siswi Pasraman terpaksa menggunakan music dari player portable. Para Bhakta yang hadir cukup antusias menyaksikan dua tarian tersebut.
Meskipun undangan telah dipost ke Grup WA, beberapa hari sebelum acara, tidak ada yang merespon undangan tersebut kecuali penyelenggara bimas hindu kota batam yaitu Bapak Eko Prasetyo. Beliaupun bersedia hadir meski tidak sampai acara selesai karena harus mengajar di kelas Pasraman.
Jero Mangku Putu Satria Yasa hadir agak terlambat, itupun setelah dikonfirmasi karena tidak ada di tempat saat acara dimulai. Jero mangku mengikuti acara sampai selesai.
Disediakan prasadam dari catering Maitreya sebanyak 65 porsi dang ado-gado sebanyak 65 bungkus. Untuk siswa Pasraman dan orangtua murid disediakan gado-gado sebanyak 200 bungkus.
Setelah selesai menikmati prasadam, bhakta kemudian melepas sebanyak 30 burung merpati kea lam bebas sebagai symbol pelepasan karma buruk agar hati kembali bersih. Hujan gerimis masih turun ketika bhakta harus menuju lokasi seva yang menempuh waktu perjalanan sekitar 30 menit.
Cukup mengagetkan ketika sampai di lokasi seva karena masyarakat sudah menunggu namun tidak teratur. Seva diadakan di Kampung Baru RT 04 RW13 Sei Binti, Sagulung. Barisan antre tidak rapi sama sekali. Tempat pembagian tidak ada atap dan tidak ada alas yang memadai, becek karena habis hujan deras.
Berkat kerja keras panitia dan bhakta, akhirnya antrian kedua grup bisa dibuat agak rapi sesuai pembagian warna kupon, sehingga pembagian bingkisan bisa dimulai. Total ada 600 paket yang dibagikan yaitu beras, susu botol, mie instan, coklat, mainan anak-anak dan pakaian.
Beberapa catatan selama seva : tidak adanya koordinasi sesame bhakta Singapore Diana sebagian dari mereka pulang duluan dengan bus kecil, sebagian lagi yang juga mau pulang duluan malah ditinggal. Sempat terjadi saling tuduh. Yang kedua, supir bus keduanya berulah dan sok pinter. Yang ketiga paling tidak enak kalau dimintai duit oleh warga yang mengaku panitia karena merasa capek kerja tapi ngakunya tidak dapat apa-apa.
Hujan turun dengan derasnya disertai suara petir menggelegar dan listrik pun padam sehingga tidak bisa menggunakan sound system. Tarian Bali yang dibawakan oleh 4 siswi Pasraman terpaksa menggunakan music dari player portable. Para Bhakta yang hadir cukup antusias menyaksikan dua tarian tersebut.
Meskipun undangan telah dipost ke Grup WA, beberapa hari sebelum acara, tidak ada yang merespon undangan tersebut kecuali penyelenggara bimas hindu kota batam yaitu Bapak Eko Prasetyo. Beliaupun bersedia hadir meski tidak sampai acara selesai karena harus mengajar di kelas Pasraman.
Jero Mangku Putu Satria Yasa hadir agak terlambat, itupun setelah dikonfirmasi karena tidak ada di tempat saat acara dimulai. Jero mangku mengikuti acara sampai selesai.
Disediakan prasadam dari catering Maitreya sebanyak 65 porsi dang ado-gado sebanyak 65 bungkus. Untuk siswa Pasraman dan orangtua murid disediakan gado-gado sebanyak 200 bungkus.
Setelah selesai menikmati prasadam, bhakta kemudian melepas sebanyak 30 burung merpati kea lam bebas sebagai symbol pelepasan karma buruk agar hati kembali bersih. Hujan gerimis masih turun ketika bhakta harus menuju lokasi seva yang menempuh waktu perjalanan sekitar 30 menit.
Cukup mengagetkan ketika sampai di lokasi seva karena masyarakat sudah menunggu namun tidak teratur. Seva diadakan di Kampung Baru RT 04 RW13 Sei Binti, Sagulung. Barisan antre tidak rapi sama sekali. Tempat pembagian tidak ada atap dan tidak ada alas yang memadai, becek karena habis hujan deras.
Berkat kerja keras panitia dan bhakta, akhirnya antrian kedua grup bisa dibuat agak rapi sesuai pembagian warna kupon, sehingga pembagian bingkisan bisa dimulai. Total ada 600 paket yang dibagikan yaitu beras, susu botol, mie instan, coklat, mainan anak-anak dan pakaian.
Beberapa catatan selama seva : tidak adanya koordinasi sesame bhakta Singapore Diana sebagian dari mereka pulang duluan dengan bus kecil, sebagian lagi yang juga mau pulang duluan malah ditinggal. Sempat terjadi saling tuduh. Yang kedua, supir bus keduanya berulah dan sok pinter. Yang ketiga paling tidak enak kalau dimintai duit oleh warga yang mengaku panitia karena merasa capek kerja tapi ngakunya tidak dapat apa-apa.
Senin, 17 Oktober 2016
Seva 16 Oktober 2016
Untuk kedua kalinya dilaksanakan di Kampung Baru RT 03 RW 13 Kelurahan Sei Binti Sagulung. Mengingat banyaknya jumlah anak-anak di kampung tersebut maka kupon untuk anak-anak ditambahi menjadi 500 kupon dengan tambahan mainan anak-anak setiap kuponnya.
Sai Bhakta dari Singapore sebanyak 21 orang, memang dibatasi karena bus besar tidak bisa masuk ke lokasi kampung. Namun barang bawaan dari singapore ditambah 500 buah boneka. Sai Ram, tidak ada hambatan saat tiba di pelabuhan.
Dari pelabuhan, rombongan menuju kediaman dua keluarga yang menderita stroke di daerah batam center dengan memberikan bantuan berupa beras, mie instan, kopi, gula dan uang kes.
Tiba di lokasi sekitar pukul 11 siang, dan persiapan segera dilakukan. Aparat keamanan dari polsek sagulung juga ikut mengatur antrian warga agar tertib.

Sekitar pukul 12.30, pembagian bingkisan berakhir. Kegiatan diakhiri dengan photo bersama. Semuanya terlihat anandam, bahagia.
sai ram.
Sai Bhakta dari Singapore sebanyak 21 orang, memang dibatasi karena bus besar tidak bisa masuk ke lokasi kampung. Namun barang bawaan dari singapore ditambah 500 buah boneka. Sai Ram, tidak ada hambatan saat tiba di pelabuhan.
Dari pelabuhan, rombongan menuju kediaman dua keluarga yang menderita stroke di daerah batam center dengan memberikan bantuan berupa beras, mie instan, kopi, gula dan uang kes.
Tiba di lokasi sekitar pukul 11 siang, dan persiapan segera dilakukan. Aparat keamanan dari polsek sagulung juga ikut mengatur antrian warga agar tertib.
Sekitar pukul 12.30, pembagian bingkisan berakhir. Kegiatan diakhiri dengan photo bersama. Semuanya terlihat anandam, bahagia.
sai ram.
Minggu, 18 September 2016
Seva 18 Sept. 2016
Berlokasi di kampung baru RT03/RW13 Kelurahan Sei Binti, Kec. Sagulung. Tiba di lokasi pada pukul 10.30, sedikit ada kendala ketika bus masuk ke perkampungan karena jalan agak sempit dan banyaknya kabel listrik yang membentang arah melintang jalan.
Rombongan Sai Devotees Singapore berjumlah 35 orang dengan hand carry barang-barang seva.
Pembagian bingkisan dimulai pukul 11.00 dengan didahului kata sambutan dari ketua SSG dan Ketua RT. Lokasinya sedikit agak sempit dan panas. Warga yang antri tidak mau disiplin saling dorong dan semrawut tidak ada antrian. Pak RTnya tidak bisa berbuat banyak sehingga warganya dibiarkan saja antre dengan semrawut.
Pembagian bingkisan selesai jam 12.00 namun meskipun acara pembagian sudah berakhir tapi warga sepertinya enggan meninggalkan tempat sepertinya masih penasaran dan masih kurang.
Dalam perjalanannya sai bhakta menuju Nagoya, mereka mampir terlebih dahulu untuk mengunjungi dua keluarga kurang mampu untuk memberikan sumbangan berupa uang kes masing-masing 1 juta rupiah.
Rombongan Sai Devotees Singapore berjumlah 35 orang dengan hand carry barang-barang seva.
Pembagian bingkisan dimulai pukul 11.00 dengan didahului kata sambutan dari ketua SSG dan Ketua RT. Lokasinya sedikit agak sempit dan panas. Warga yang antri tidak mau disiplin saling dorong dan semrawut tidak ada antrian. Pak RTnya tidak bisa berbuat banyak sehingga warganya dibiarkan saja antre dengan semrawut.
Pembagian bingkisan selesai jam 12.00 namun meskipun acara pembagian sudah berakhir tapi warga sepertinya enggan meninggalkan tempat sepertinya masih penasaran dan masih kurang.
Dalam perjalanannya sai bhakta menuju Nagoya, mereka mampir terlebih dahulu untuk mengunjungi dua keluarga kurang mampu untuk memberikan sumbangan berupa uang kes masing-masing 1 juta rupiah.
Langganan:
Postingan (Atom)